🇰🇷 Gelombang Likuidasi di Korsel: 1,2 Juta Akun Margin Call dan Pelajaran Pahit Bagi Pemakai Leverage
Pasar saham Korea Selatan yang sempat melambung tinggi akibat euforia kecerdasan buatan (AI) kini berubah menjadi mimpi buruk bagi para trader ritel yang memakai leverage. Data terbaru menunjukkan bahwa lebih dari 1,2 juta akun trader ritel di Korea Selatan telah terkena margin call hanya dalam sepekan. Angka ini setara dengan 3,4% dari total populasi dewasa negara tersebut, atau sekitar satu dari setiap 30 penduduk usia produktif. Ini adalah salah satu peristiwa likuidasi terbesar yang pernah tercatat di pasar saham global.
Korea Selatan menjadi eksperimen langsung tentang apa yang terjadi ketika leverage berhenti mencerminkan pasar dan justru mulai menggerakkannya.
Pemicu utama adalah ambruknya saham-saham semikonduktor raksasa Korea, terutama SK Hynix dan Samsung Electronics, yang sebelumnya menjadi motor penggerak bull market. Koreksi tajam ini diperparah oleh produk ETF leverage 2x yang memperbesar kerugian dan memicu likuidasi paksa dalam skala besar.
Fenomena “semut” (sebutan untuk trader ritel Korsel) yang meminjam dana besar-besaran (margin loan) untuk membeli saham, terutama saham semikonduktor, menjadi bumerang. Total pinjaman margin mencapai rekor di atas 38 triliun won pada bulan Juni. Ketika harga turun, broker meminta tambahan dana (margin call). Karena banyak trader tidak mampu memenuhinya, broker melakukan likuidasi paksa (forced liquidation) yang menciptakan efek bola salju dan mempercepat penurunan pasar.
Lebih dari 62% dari akun yang dilikuidasi adalah investor berusia 20-30 tahun. Ini adalah peringatan keras tentang bahaya leverage di tangan investor pemula.
🔢 Angka-angka Kunci
- 1,2 Juta Akun menerima panggilan margin (margin call) pada pekan ini.
- 320.000 – 360.000 Akun dilikuidasi paksa oleh broker.
- 62% dari akun yang dilikuidasi adalah investor berusia 20-30 tahun.
- Rp 21,8 Triliun (sekitar $1,45 miliar) perkiraan kerugian investor ritel.
- SK Hynix dan Samsung menyumbang lebih dari separuh bobot indeks KOSPI.
Krisis ini menjadi peringatan keras bagi seluruh pelaku pasar yang menggunakan leverage, tidak hanya di Korea Selatan. Produk leverage seperti ETF 2x dan pinjaman margin memang bisa menggandakan keuntungan saat pasar naik, tetapi juga akan menggandakan kerugian saat pasar turun.
Pemerintah Korea Selatan telah bereaksi cepat dengan memperketat aturan, salah satunya menaikkan syarat deposit minimum untuk trading ETF leverage saham tunggal menjadi 30 juta won (sekitar Rp 350 juta) dan melarang penerbitan produk sejenis yang baru. Peristiwa ini mengingatkan kita pada pentingnya manajemen risiko dan memahami produk yang kita beli, terutama bagi investor ritel pemula.
Pelajaran Penting
#ManajemenRisiko📚 Referensi Berita
- KuCoin News — “One in 30 working-age Koreans faced margin calls amid high leverage” (16 Juli 2026).
- The Edge Singapore / Bloomberg — “Korea’s AI stock rout is becoming a lesson in leveraged excess” (15 Juli 2026).
- Morningstar / MarketWatch — “Bad week for ‘the ants’ as ripple effects of Korean crash spread out across Asia” (17 Juli 2026).
- Investing.com — “Korea’s Leveraged Chip Trade Hits the Margin Call Wall” (16 Juli 2026).
- The Raisina Hills — “South Korea Margin Call Crisis 2026: 1.2M Accounts Hit” (17 Juli 2026).
Wajib Dibaca
Jika kamu baru pertama kali membaca artikel ini, ThePaperhand adalah ruang diskusi yang membahas sisi psikologis investor crypto—bukan hanya soal grafik dan angka, tetapi tentang emosi, ketakutan, dan keserakahan.
Seluruh artikel disusun untuk membantu investor memahami dirinya sendiri sebelum mencoba mengalahkan market.
Jelajahi ThePaperhand →
The app is a game changer. I can play whenever I have a break at work without any hassle. Great job on the bd5666betapk software.